Perbedaan Kremasi dan Aquamasi: Mana yang Lebih Tepat untuk Pilihan Terakhir?
- Blog Kamboja
- 5 menit baca

Selama ini, pemakaman kremasi menjadi salah satu pilihan yang paling dikenal masyarakat. Bahkan sangking umumnya, kremasi hewan juga dilakukan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir muncul alternatif baru yang mulai mendapat perhatian, yaitu aquamasi atau water cremation.
Meski sama-sama bertujuan mengembalikan jenazah ke alam dengan cara yang bermartabat, kremasi dan aquamasi menggunakan metode yang sangat berbeda. Perbedaan tersebut mencakup proses yang digunakan, dampak terhadap lingkungan, hasil akhir, hingga biaya dan ketersediaan layanannya.
Lantas, apa sebenarnya perbedaan kremasi dan aquamasi? Mana yang lebih tepat dipilih? Artikel ini akan membahasnya secara lengkap agar Anda dapat memahami kedua metode tersebut dengan lebih baik.
Apa Itu Aquamasi?
Aquamasi dikenal sebagai alkaline hydrolysis atau water cremation, merupakan metode penguraian jenazah menggunakan kombinasi air, suhu, tekanan, dan larutan alkali.
Berbeda dengan kremasi yang menggunakan api, aquamasi memanfaatkan proses kimia alami yang mempercepat penguraian jaringan tubuh.
Selama proses berlangsung, tubuh akan terurai menjadi cairan steril yang aman bagi lingkungan, sementara tulang tetap utuh dan kemudian dikeringkan sebelum dihancurkan menjadi bubuk halus seperti hasil kremasi.
Metode ini dianggap sebagai salah satu inovasi dalam dunia pemakaman karena menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan kremasi berbasis api.
Proses Aquamasi dan Kremasi
Berikut beberapa perbedaan kremasi dan aquamasi dari segi prosesnya :
1. Aquamasi
- Penempatan Jenazah
Jenazah ditempatkan ke dalam ruang khusus berbahan logam tahan tekanan.
- Larutan Air dan Alkali
Ruang tersebut diisi air serta larutan alkali dengan komposisi tertentu.
- Pemanasan
Larutan dipanaskan pada suhu yang jauh lebih rendah dibandingkan kremasi, biasanya sekitar 90–160°C, dengan tekanan tertentu agar air tidak mendidih.
- Penguraian Alami
Dalam beberapa jam, jaringan lunak tubuh akan terurai secara alami menjadi cairan steril yang mengandung senyawa organik sederhana.
- Pengolahan Tulang
Tulang yang tersisa dikeringkan lalu dihancurkan menjadi bubuk halus, sehingga keluarga tetap memperoleh hasil akhir yang serupa dengan abu kremasi.
2. Kremasi
- Persiapan Jenazah
Jenazah dipersiapkan sesuai prosedur yang berlaku. Benda-benda tertentu seperti alat pacu jantung atau perangkat medis yang berpotensi meledak saat terkena suhu tinggi akan dilepas terlebih dahulu.
- Proses Pembakaran
Jenazah dimasukkan ke dalam tungku kremasi yang telah dipanaskan. Proses ini biasanya berlangsung sekitar 1,5 hingga 3 jam, tergantung berat badan dan kondisi jenazah.
- Pendinginan
Setelah pembakaran selesai, sisa tulang didinginkan hingga mencapai suhu yang aman.
- Penghalusan Tulang
Fragmen tulang kemudian diproses menggunakan alat khusus hingga menjadi bubuk halus yang dikenal sebagai abu kremasi.
- Penyerahan kepada Keluarga
Abu kemudian ditempatkan dalam guci atau wadah sesuai permintaan keluarga.
Perbedaan Aquamasi dan Kremasi
Walaupun sama-sama menghasilkan sisa tulang dalam bentuk bubuk, kedua metode ini memiliki sejumlah perbedaan penting.
| Aspek | Kremasi | Aquamasi |
| Metode | Menggunakan api dengan suhu tinggi untuk mengubah jenazah menjadi abu. | Menggunakan air, larutan alkali, suhu, dan tekanan untuk mengurai jaringan tubuh. |
| Suhu | Sangat tinggi, sekitar 760–1.150°C. | Jauh lebih rendah, umumnya sekitar 90–160°C. |
| Emisi Karbon | Lebih tinggi karena proses pembakaran menghasilkan emisi gas rumah kaca. | Lebih rendah sehingga dianggap lebih ramah lingkungan. |
| Konsumsi Energi | Membutuhkan energi yang cukup besar untuk mempertahankan suhu pembakaran. | Lebih efisien karena menggunakan suhu yang lebih rendah. |
| Hasil Akhir | Abu yang berasal dari fragmen tulang yang telah dihancurkan. | Bubuk tulang berwarna lebih terang setelah proses penguraian dan pengeringan. |
| Dampak Lingkungan | Menghasilkan emisi karbon dan membutuhkan bahan bakar dalam prosesnya. | Memiliki jejak karbon lebih kecil dan dinilai sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. |
Kelebihan dan Kekurangan Aquamasi dan Kremasi
Setelah membahas perbedaan dan definisi, berikut beberapa kelebihan dan kekurangan dari kedua metode tersebut.
1. Kremasi
Kelebihan
- Sudah umum dikenal
Kremasi telah tersedia di banyak kota sehingga relatif mudah diakses.
- Proses cepat
Dalam satu hari, proses kremasi biasanya sudah selesai sehingga keluarga dapat segera melanjutkan prosesi penghormatan berikutnya.
- Tidak membutuhkan lahan makam besar
Bagi keluarga yang tinggal di daerah padat penduduk, kremasi menjadi solusi karena tidak memerlukan area pemakaman permanen.
Kekurangan
- Menghasilkan emisi karbon yang lebih tinggi.
- Menggunakan energi dalam jumlah besar.
- Tidak semua agama atau budaya menerima praktik kremasi.
2. Aquamasi
Kelebihan
- Lebih ramah lingkungan
Aquamasi menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan kremasi berbasis api.
- Konsumsi energi lebih efisien
Karena menggunakan suhu yang lebih rendah, kebutuhan energi juga lebih kecil.
- Proses lebih lembut
Sebagian orang menganggap aquamasi sebagai proses yang lebih alami karena memanfaatkan air sebagai media utama.
Kekurangan
- Belum tersedia secara luas.
- Regulasi di setiap negara berbeda.
- Biaya dapat lebih tinggi karena teknologi masih terbatas.
Apa yang Terjadi Setelah Kremasi atau Aquamasi?
Baik setelah kremasi maupun aquamasi, keluarga akan menerima sisa tulang yang telah diproses menjadi bubuk halus.
Selanjutnya, keluarga dapat memilih beberapa opsi, seperti:
- Menyimpan abu di rumah dalam guci.
- Menempatkannya di kolumbarium.
- Melarung abu sesuai ketentuan agama atau budaya.
- Menguburkan guci di area pemakaman keluarga.
Pilihan tersebut biasanya disesuaikan dengan keyakinan agama, tradisi keluarga, serta keinginan almarhum semasa hidup.
Mana yang Lebih Tepat Dipilih?
Jawabannya sangat bergantung pada berbagai faktor.
Pilih kremasi jika:
- Fasilitas kremasi tersedia di kota Anda.
- Menginginkan proses yang sudah umum dilakukan.
- Mengikuti tradisi keluarga yang telah lama menggunakan kremasi.
Pilih aquamasi jika:
- Mengutamakan dampak lingkungan yang lebih kecil.
- Memiliki akses ke fasilitas aquamasi.
- Menginginkan alternatif modern dengan jejak karbon lebih rendah.
Tidak ada metode yang benar atau salah. Yang terpenting adalah memilih proses yang sesuai dengan nilai, keyakinan, dan keinginan keluarga.
Baik Kremasi atau Aquamasi Keduanya Memiliki Tujuan Yang Sama
Baik kremasi maupun aquamasi sama-sama bertujuan memberikan penghormatan terakhir kepada orang yang telah meninggal dunia. Kremasi masih menjadi pilihan yang paling umum karena telah tersedia luas, sementara aquamasi menawarkan alternatif yang lebih ramah lingkungan meski belum banyak diterapkan.
Dalam situasi duka, keluarga tentu ingin dapat fokus memberikan penghormatan terakhir tanpa harus direpotkan oleh berbagai urusan administratif maupun teknis.
Karena itu, Kamboja.co.id menyediakan layanan jasa pemakaman yang membantu keluarga mengurus seluruh proses, mulai dari pengurusan penguburan hingga kremasi jenazah secara profesional dan penuh empati.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa langsung menghubungi Kamboja.co.id melalui kontak WA berikut +6282211111415.
- #jasa kremasi
Blog Kamboja
Tim Kamboja menulis panduan seputar kedukaan, pengurusan jenazah dan perencanaan pemakaman untuk membantu keluarga di Indonesia.


