
Dalam Islam, mengurus jenazah dan kuburan punya aturan yang sangat jelas. Tujuannya bukan untuk menyulitkan, tapi justru untuk menjaga kehormatan orang yang sudah meninggal dan menghindari praktik yang berlebihan.
Pembahasan tentang larangan pada kubur banyak dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad. Dari sini kita bisa belajar seperti apa kuburan yang sesuai syariat (kuburan syar’i) dan apa saja yang sebaiknya dihindari.
Hadis tentang Larangan pada Kubur
Dalam Islam, ada beberapa hadis tentang larangan pada kubur yang perlu kita pahami supaya tidak salah dalam mengurus atau memperlakukan kuburan. Intinya, Islam sangat menekankan kesederhanaan dan menjaga kehormatan orang yang sudah meninggal, tanpa berlebihan. Berikut penjelasan 3 larangan penting dalam hadis:
1. Larangan Memberi Kapur atau Mempercantik Kubur
Salah satu larangan yang disebutkan dalam hadis adalah larangan memberi kapur (atau bahan lain sejenisnya) pada kubur dengan tujuan memperindah atau mempercantik bangunan kubur.
Dalam praktiknya, kapur biasanya digunakan untuk membuat kuburan terlihat lebih putih, rapi, atau megah. Tapi dalam Islam, hal ini tidak dianjurkan, bahkan disebutkan sebagai larangan yang tegas.
Kenapa dilarang? Karena kubur bukan tempat untuk dipamerkan atau dihias berlebihan. Islam justru mengajarkan kesederhanaan dalam kematian. Kubur cukup ditandai secukupnya agar bisa dikenali, bukan untuk dibuat indah atau mewah. Para ulama menjelaskan bahwa larangan ini bersifat haram, bukan sekadar makruh.
Artinya, tidak ada dalil yang membolehkan untuk meringankan hukumnya, karena tujuannya jelas: menghindari pengagungan kubur yang berlebihan.
2. Larangan Duduk di Atas Kubur
Nabi Muhammad dengan tegas melarang umatnya duduk di atas kubur. Hal ini karena duduk di atas kubur dianggap sebagai bentuk merendahkan atau tidak menghormati orang yang telah meninggal.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:
لَأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ
Artinya: “Seandainya seseorang duduk di atas bara api hingga membakar pakaiannya sampai ke kulitnya, itu lebih baik baginya daripada duduk di atas kubur.” (HR. Muslim no. 1612)
Hadis ini menunjukkan betapa seriusnya larangan tersebut. Bahkan ancamannya sangat keras, sehingga para ulama memahami bahwa perbuatan ini bukan hal yang sepele, melainkan termasuk dosa besar jika dilakukan dengan sengaja dan tanpa alasan yang dibenarkan.
3. Larangan Membuat Bangunan di Atas Kubur
Larangan berikutnya adalah membuat bangunan di atas kubur, seperti makam yang dibangun megah, berkubah besar, atau dihias berlebihan. Ada beberapa alasan kenapa hal ini dilarang dalam Islam, di antaranya:
- Bisa Menjadi Jalan Menuju Penyembahan Kubur
Kalau kubur dibuat terlalu megah, apalagi kubur orang yang dianggap shalih atau wali, maka lama-kelamaan bisa dijadikan tempat yang diagungkan secara berlebihan. Bahkan bisa mengarah ke penyembahan kubur, yang jelas dilarang dalam Islam.
- Menyerupai Praktik Penyembahan Berhala
Dalam sejarah, banyak orang yang awalnya hanya menghormati kubur, tapi lama-kelamaan berubah menjadi mengagungkan. Akhirnya kubur dijadikan tempat ibadah atau tempat meminta sesuatu. Ini termasuk bentuk tasyabbuh (menyerupai) penyembahan berhala.
- Bisa Mengarah ke Kesyirikan
Ini poin yang sangat penting. Dalam Islam, segala sesuatu yang bisa menjadi jalan menuju syirik sangat dijaga. Membuat kubur terlalu dimuliakan bisa menjadi pintu awal kesyirikan.
- Pemborosan Harta
Membangun kuburan mewah juga termasuk pemborosan yang tidak ada manfaatnya. Padahal Islam sangat melarang menghamburkan harta untuk sesuatu yang tidak penting.
- Mempersempit Area Pemakaman
Kalau setiap kubur dibuat bangunan besar, maka area pemakaman akan cepat penuh. Padahal seharusnya kuburan dibuat sederhana agar bisa digunakan dalam jangka panjang.
Bentuk Kuburan Syar’i Menurut Hadis
Kalau kita ngomongin soal kubur dalam Islam, sebenarnya ada satu pertanyaan penting yang sering muncul: seperti apa sih bentuk kuburan yang sesuai syariat (kuburan syar’i)?
Jawabannya ternyata sudah dijelaskan dalam hadis Nabi, dan kalau dipahami dengan sederhana, Islam itu justru mendorong kesederhanaan, bukan kemewahan. Yuk kita bahas satu per satu:
A. Kuburan Tidak Boleh Dibuat Tinggi atau Megah
Dalam hadis riwayat Ali bin Abi Thalib, Rasulullah memerintahkan untuk meratakan kuburan yang ditinggikan. Artinya, kuburan tidak seharusnya dibuat menjulang tinggi atau tampak mewah.
Secara sederhana, kuburan cukup dibuat sedikit timbul dari tanah agar masih bisa dikenali, tapi tidak berlebihan. Tujuannya supaya tidak ada unsur pengagungan atau pemuliaan yang berlebihan terhadap kubur.
B. Tidak Perlu Bangunan di Atas Kubur
Dari hadis tersebut juga dipahami bahwa kuburan tidak perlu diberi bangunan permanen, apalagi yang besar dan megah. Bahkan kalau mengikuti makna teks hadis, kuburan justru dianjurkan tetap sederhana.
Kenapa? Karena Islam ingin menjaga agar kubur tidak berubah fungsi menjadi sesuatu yang diagungkan atau bahkan disakralkan. Semua manusia, siapa pun dia, tetap kembali ke tanah tanpa membawa kemewahan dunia.
C. Semua Manusia Sama di Hadapan Kematian
Dalam kubur, tidak ada lagi perbedaan antara orang penting, orang biasa, pejabat, atau wali. Semua sama-sama kembali ke tanah. Jadi, tidak perlu ada perlakuan khusus dalam bentuk bangunan kuburan.
Bahkan orang yang dianggap besar di dunia pun, dalam Islam tetap diperlakukan dengan cara yang sama setelah meninggal: sederhana dan tidak berlebihan.
D. Kubur Tidak Harus Terus Diingat Secara Fisik
Secara logika, kalau kuburan dibuat sederhana, mungkin orang akan lebih mudah melupakan siapa yang ada di dalamnya.
Tapi dalam Islam, hal itu bukan masalah. Justru yang paling penting bukan fisik kuburnya, tapi doa dan amal dari orang yang masih hidup.
Orang yang sudah meninggal tidak lagi bergantung pada bentuk kuburan, tetapi pada doa dan amal jariyah yang ditinggalkan.
E. Kehidupan di Alam Kubur Sudah Terpisah dari Dunia
Dalam Islam dijelaskan bahwa kehidupan di alam barzah itu berbeda total dengan dunia. Orang yang sudah meninggal tidak lagi memikirkan bagaimana kuburnya dibangun atau dihormati secara fisik.
Kalau dia termasuk orang baik, ia akan berada dalam kenikmatan sampai hari kiamat. Tapi kalau sebaliknya, ia akan mendapatkan balasan sesuai amalnya. Jadi, urusan dunia seperti bentuk kubur sudah tidak lagi menjadi perhatian mereka.
F. Yang Paling Bermanfaat untuk Mayit adalah Doa
Satu hal yang paling penting bagi orang yang sudah meninggal adalah doa dari orang yang masih hidup. Rasulullah menjelaskan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, amalnya terputus kecuali tiga hal:
- Sedekah jariyah
- Ilmu yang bermanfaat
- Anak saleh yang mendoakannya
Artinya, bentuk kubur tidak akan menambah atau mengurangi derajat seseorang di akhirat. Yang paling berpengaruh adalah amal dan doa.
G. Menghormati Kubur Secara Syar’i Cukup Sederhana
Dalam Islam, bentuk penghormatan terhadap kubur secara fisik sangat sederhana, yaitu cukup tidak menginjak atau duduk di atasnya. Itu saja sudah dianggap sebagai adab yang baik.
Tidak perlu berlebihan dalam menghormati kubur secara fisik, karena Islam ingin menjaga kemurnian tauhid. Penghormatan yang sebenarnya bukan pada kuburnya, tapi pada doa dan amal untuk orang yang sudah meninggal.
Pahami Larangan pada Kubur dalam Islam Agar tidak Keliru!
Larangan pada kubur dalam Islam mengajarkan kita untuk menjaga adab terhadap orang yang telah meninggal. Islam sangat menekankan kesederhanaan, menghindari pengkultusan kubur, serta menjaga agar kubur tidak menjadi tempat yang disalahgunakan.
Ketika kehilangan orang tercinta, hal terakhir yang ingin dihadapi keluarga adalah kerepotan mengurus berbagai kebutuhan teknis pemakaman. Melalui layanan jasa pemakaman Islam dan jasa pengurusan jenazah Islam, Kamboja.co.id hadir untuk membantu keluarga melewati masa sulit ini dengan lebih tenang.
Didukung oleh tim funeral manager Indonesia yang berpengalaman, setiap proses ditangani secara profesional, terorganisir, dan sesuai dengan ketentuan syariat.
Untuk mendapatkan bantuan atau konsultasi terkait layanan pemakaman dan pengurusan jenazah, Anda dapat menghubungi tim Kamboja.co.id melalui WhatsApp di +62 822-1111-1415. Tim kami siap memberikan pendampingan dan solusi yang cepat, tepat, serta penuh kepedulian kapanpun dibutuhkan.
- #layanan pemakaman
Blog Kamboja
Tim Kamboja menulis panduan seputar kedukaan, pengurusan jenazah dan perencanaan pemakaman untuk membantu keluarga di Indonesia.


